Friday, November 28, 2008

Semoga..

Waktu itu baru saja pulang dari rumah sakit setelah melahirkan Divya. Berhubung Divya sedang tidur, trus aku coba cek e-mail yang bejibun dari teman-teman, karena selama di rumah sakit emang gak kepengen sama sekali buka e-mail.

Ada satu e-mail yang menarik perhatianku, dari LinkedIn yang kasih informasi ada message buat aku. Setelah aku buka ternyata HRD dari sebuah PMA menawarkan posisi sebagai Head of Communication.. Alhamdulillah, posisi itu yang aku inginkan selama ini. Namun, beribu sayang, aku tolak karena baru saja melahirkan (bayiku baru berumur beberapa hari, belum sampai 1 minggu hehehe).

Namun di lain pihak, hatiku rasanya berat jika har us meninggakan Divya, apalagi jika harus bekerja seperti dulu, yang tidak kenal waktu. 

Aku bermimpi (tepatnya ingin sekalii..)bisa bekerja dari rumah sehingga bisa memberikan ASI eksklusif dan mengurus Divya. Doakan ya!

Friday, November 14, 2008

Saran (yg menjengkelkan) bagi ibu baru (dari seantero dunia)

Blog ini adalah curahan hatiku yang kesel, bete, marah, sedih, kecewa.

Ternyata setelah bayi lahir, bukan hanya harus beradaptasi dengan bayi tsb tapi juga dengan seantero dunia (keluarga besar, teman hingga pembantu kakak ipar dan tukang kue langganan ibu mertua!) memberikan - lebih tepatnya membombardir - dengan jutaan saran yang cukup menjengkelkan sampai emosi aku dibuatnya.

Contohnya gini nih:
1. Perut lapar karena habis menyusui, aku keluar kamar untuk makan, mumpung bayiku masih tidur.
.... jangan ninggalin bayi sendirian, harus ada yang menemani..

2.Saat memandikan bayi. Dengan berbinar2 dan semangat aku siapkan semua perlengkapan mandi bayiku. Setelah beberapa hari hanya menyeka badannya saja, kini saatnya memandikan bayiku.
...salah satu dari seantero dunia itu maen serobot memandikan bayiku tanpa tanya dulu ke aku, apakah aku sudah bisa atau belum. Ditambah sewaktu memandikan, dia berlagak seakan-akan aku ini tidak mengerti apa pun. Apa hanya karena dia sudah duluan punya 2 orang anak? Kalau mau mengajari bukan gitu caranya. Suruh orang yg akan diajari untuk melakukannya, jika salah baru diberitahu bukan diserobot tanpa permisi. KAMPRET!!!! (sekedar info, aku punya 5 orang adik dan sudah dibiasakan oleh ibuku untuk bantu memandikan adik2 waktu mereka bayi)....

3.Saat makan malam, aku hendak mengambil makanan untuk makan di kamar sambil menemani bayiku.
...lagi2 dapat yg menjengkelkan, pembantu kakak ipar kok ya ikut2an merasa penting utk sumbang saran, untuk membacakan ayat Al Qur'an setiap malam jum'at (kebetulan hari itu memang malam jum'at) dan jangan meninggalkan bayi sendirian..(gue juga sudah tauuuu, emangnya gue mustu buat pengumuman apa yang gue lakuin ya?)

4.Saat menjemur bayiku adalah waktu yang menyenangkan bagiku dan bayiku. Kami berdua amat menyukainya.
...kali ini tukang kue yang nyelonong tanpa permisi kasih saran untuk banyak2 konsumsi kacang hijau dan pepaya... (who the hell are you???)


Itu hanya sedikit contoh.

Aku masih dalam proses beradaptasi dengan bayiku, kurang tidur belum lagi rasa was-was karena pertama kalinya aku jadi ibu seorang bayi mungil ini. Terus terang aja, emosiku tidak stabil karena kurangnya tidur dan perubahan hormon yang amat mengganggu. Sempat bingung gara2 perubahan hormon, karena aku jadi extra sensitif, bisa tiba2 merasa sedih banget, bisa menangis tiba2, merasa tidak berguna, skeptis. Setelah browsing, berusaha cari jawaban atas gejala2 tsb, ternyata aku terkena Post Partum Depression alias Baby Blues Syndrome. Halah!

Balik ke topik awal, bombardir saran yang menjengkelkan tidak berhenti di hari pertama atau kedua, hingga 2 minggu, saran2 yang datang tanpa diminta itu pun datang bertubi-tubi.

Belum lagi jika aku melakukan sesuatu berdasarkan buku yang aku baca tentang cara merawat bayi, seantero dunia itu pun saling 'berteriak' mengkoreksi apa yang aku lakukan dengan memberitahukan cara yang menurut mereka paling benar dan tentu saja saran satu dengan dengan yang lainnya saling berbeda. Menjengkelkan sekali.

Apa mereka tidak tahu kalau apa yang mereka lakukan itu membuat aku sakit hati?
Buat aku jadi serba salah?
Dengan saran2 yang mereka berikan tanpa diminta itu membuat aku merasa mereka melihat aku seorang ibu baru yang goblok, bodoh dan tolol dalam mengurus bayi.

HEIY!!
Aku memang baru dalam hal ini, tapi aku tidak bodoh dan aku tidak goblok apalagi tolol.
Sebelum aku melahirkan, aku sudah mencari referensi baik dari buku atau dari orang tua. Baca dengan teliti "Aku Bertanya" artinya aku membutuhkan saran.

Disaat aku bertanya tentang sesuatu kondisi pada bayiku, mereka tidak dapat menjawab. Mereka mengacu pada pengalaman mereka sendiri yang mana bayi mereka tidak mengalami kondisi yang terjadi pada bayiku dan kembali memberikan saran yang menurut mereka paling benar. SHIIIT!!!

Aku lebih baik menyendiri di kamar dengan bayiku daripada aku kesal dan emosi, malah membuat ASI-ku tidak lancar (ini baru aku tahu dari Mr.Google - bukan dari seantero dunia yg kasih saran menjengkelkan itu - , bahwa ASI bergantung dari emosi si Ibu)

Beruntung, aku mempunyai suami yang amat mendukung aku dan selalu membesarkan hatiku. Suamiku, I Love you banget deh!

Apa yang membuat aku melupakan semua hal yang menjengkelkan itu??
Apalagi kalau bukan buat blog baru hehehehe..

Friday, November 7, 2008

Post Partum Depression




I really hate what I felt in a few days after having my child birth. I didn't know what really happen to me. Easily cried with no reason, feel useless & worthless, exhausted, guilty feelings, insomnia.

I need to know what happened to me?

After long cried in front of my husband just to let out all the burden on my chest, he suggested to search on the internet.

Gothca! Immediately we found match symptoms at 'Post Partum Depression or The Baby Blues Syndrome"
The Baby Blues Syndrome or Post Partum Depression (PPD) is a form of clinical depression (cause by hormonal changes) which can affect women after childbirth. Symptoms typically last from a few hours to several days and include tearfulnees, irritability, sleeplessness, hypochondrias, impairment of concentration, stress, isolation and headache.

I've heard about this symptoms before, when I saw on TV Brooke Shield interviewed by Oprah when she had the Baby Blues syndrome and after she through all those difficult times she wrote 'Down came the rain', a book to share her experiences fought Post Partum Depression.

Now, as I already know what happened to me, we (me & my husband) tried to find way to cure this PPD.

Wish me luck everyone to fight this PPD!