Materi program TV sekarang ini diisi dengan topik hangat, artis dan partai politik. Banyak partai politik yang menggeser para kadernya diganti dengan para artis. Sudah beberapa artis yang gue liat di TV berdalih ‘dipinang’ oleh partai tertentu. Untuk lebih meyakinkan, menurut mereka, melakukan ini adalah semata-mata sebagai warga Negara yang baik.
Gue hanya orang awam yang pengetahuan politiknya seadanya bahkan bisa dibilang ‘cetek’. Gue hanyalah bagian dari masyarakat yang merasakan akibat dari para politikus yang duduk disinggasananya saat ini.
Fenomena artis dalam partai politik sudah ada sejak beberapa tahun belakangan ini. Makin menjadi-jadi sejak Dede Yusuf dilantik sebagai Wagub Jabar dan Rano Karno sebagai Wakil Bupati. Seolah tidak mau dibilang ketinggalan jaman/kuno, maka terjadilah fenomena ini.
Cukup kompeten kah mereka? Pertanyaan itu berputar-putar dikepala gue sejak topik ini dibahas dimana-mana. Dari beberapa hasil wawancara dengan para artis yang masuk dalam kancah politik, banyak sekali jawabannya yang amat menggelikan. Banyak yang mempertanyakan apa bekal mereka untuk terjun ke dunia politik. Dari beberapa opini masyarakat, tidak menyalahkan jika mereka menjadi apriori dengan keterlibatan artis di dunia ini.
Seperti malam ini, sebuah acara bincang-bincang disebuah stasiun TV swasta membahas tentang keterlibatan artis dalam dunia politik. Salah satu artis yang diwawancara, ditanyakan latar belakangnya sehingga berani untuk terjun di dunia politik, begini jawabannya “.. saya sejak muda aktif berorganisasi, sewaktu di sekolah menjadi ketua OSIS, sewaktu kuliah ikut serta dalam organisasi mahasiswa dan ikut serta menggulingkan pemerintahan Order Baru..”
Oh ternyata artis ini pernah salah mengucapkan nama daerah dari daerah yang dia wakilkan. Bagaimana bisa seorang wakil rakyat salah mengucapkan nama daerah yang dia wakilkan??? Sungguh sebuah pertanda buruk.
Selain artis ini, ada juga artis lainnya yang sebelumnya tidak pernah terdengar dia aktif di salah satu partai, tiba-tiba muncul. Ketika ditanyakan hal yang sama, jawabannya lebih membuat gue sesak nafas karena “modalnya” hanya karena pernah berorganisasi semasa sekolah & kuliah (ini rupanya jawaban standar para artis ya?) dan sebagai pemenang salah satu kontes kecantikan taraf Nasional, diikut sertakan dalam berbagai kegiatan sosial. Hal tersebut sudah cukup menurut artis ini untuk terjun di dunia politik. Ada lagi yang menjawab, bekal terjun dalam dunia politik karena sewaktu sekolah dulu pernah mendapatkan ilmu ketatanegaraan. Menyedihkan sekali kan??
Yang menakutkan bagi kami adalah mereka mengambil kesempatan ini hanya untuk tampil dan demi meningkatkan pamor mereka yang bisa jadi sekarang ini sudah redup karena sepi order. Lalu, mau dibawa Indonesia kalau wakil rakyatnya hanya banci tampil?
Semakin sesak nafas kita semua dibuatnya…
No comments:
Post a Comment